Aku dan bayang-bayangku bersisian Bergantian memimpin jalan Bayang-bayangku selalu tahu dimana matahariku Sementara aku mengerti akan absen cahayanya Aku melangkah di depan sesekali, di belakang sesekali Tak terpisahkan kami Kecuali di kegelapan atau kulaminasi tengah hari Dimana satu dari kami mati Dan sebuah rentang kala tiba Ketika cahaya bersinar jauh di belakang Membeku pendarnya tak lagi terbenam atau bergeser Di sudut tumit ku tempat bertemu Kutelusuri bayang bayangku jauh mendahului Dalam figur jenjang meraksasa Gagah menyapu jalan jalanku Saat itu kutahu bayang bayangku memeluk hidup Yang sekonyong dinyalakan untuknya Menjadi semakin indah dan indah dan indah.. Mengalahkan bahkan aku yang nyata Menjadi bias temaram Tertakluk nirmana berbeda Dan aku memandanginya tanpa makna mengurai rasa Sekarang siapakah yang bayang bayang? Aku atau bayang bayangku? Karena terlanjur kumembenak Seandainya aku bisa seindah bayang bayang Tapi aku tetap bersyukur kepada Allah karena aku adalah aku Namun aku ini seorang sosok yang Terdampar Sepi Sendirian Mencoba melongok keluar jendela Menghirup udara yang berbeda... Tapi berangkali begitulah aku Selalu kembali pada guaku | |||||||||||
Madu dan RacunEntah sama atau tidak, aku menemukan kedua lagu ini mirip banget, satu hanya sebuah instrumen yang berjudul Girl You Are My Love, sedangkan satu lagi sebuah lagu yang berjudul Madu dan Racun yang dinyanyikan Gombloh dan Ari Wibowo
| |||||||||||




